Selamat Datang Di Website Resmi Desa Tanjung Pinang Kec.Tanjung Batu Kab.Ogan Ilir | Anda Memasuki Zona Keep Smile!!!

KEPALA DESA TANJUNG PINANG

Berita Terkini

Kalender

Jam


Pada jaman dahulu, ada seorang pangeran yang bernama Bronjong beserta istrinya Suryani merantau dari plau jawa kepulau Sumatra, dalam perantauan itu  tiba lah mereka disuatu tempat dekat dengan aliran air “Payo Pinang”, setibanya disana merekan mendirikan bangunan kecil untuk beristirahat (tempat tinggal).

Setelah mereka tinggal beberapa waktu yang cukup lama disana, suatu ketika kediaman pangeran Bronjong kedatangan para tamu agung dari keluarga kerajaan yang singgah di rumah mereka karena hujan yang sangat deras dalam waktu yang sangat lama, melihat para tamu tersebut pangeran Bronjong dengan sangat ramah menyambut dan menerima para tamu agung tersebut. Dengan memberikan suguhan berbagai makanan dan minuman serta memberikan suguhan kehormatan untuk tamu kerajaan dengan kapur sirih, helai demi helai daun sirih tersebut disusun dengan rapi, kapur, buah pinang dan kelengkapan lainya, dan disaat sang istri (Suryani) mempersiapkan suguhan sekapur sirih tepat nya pada saat membelah buah pinang buah tersebut terpental keluar dari rumahnya dan terseret aliran hujan yang cukup deras, karena persediaan buah pinang yang tersisa hanya tinggal satu Suryani berusaha menghampiri buah pinang itu hanyut terbawa arus air, langkah demi langkah Suryani mengejar buah pinang itu sampai begitu jauh, hingga buah pinang itu ditemukan pada suatu tempat. Tanpa sadar Suryadi berada begitu jauh dari tempat tinggalnya dan pada kesempatan itu juga Suryani melihat-lihat disekitar tempat dia menemukan buah pinang itu. Setelah melihat-lihat sekelilingnya ternyata disana ada bukit yang cukup besar yang bernama “Sungai Meranjat” terlintas dalam benak Suryani untuk mengajak suaminya untuk pindah dan menetap disana.

Kemudian Suryani kembali kerumah dan memberikan suguhan kapur sirih kepada tamu agung tersebut yang sudah cukup lama menunggu. Setelah hujan berenti para tamu tersebut berpamitan untuk kembali melanjutkan perjalanan, sayup-sayup dan semakin jauh para tamu itu meninggalkan kediaman pangeran Bronjong, sang istri menceritakan hasil dari perjalanannya mengejar buah pinang dan Suryani tanpa basa basi langsung mengutarakan keinginanya untuk pindah dari tempatnya (Payo Pinang) ke tempat yang sekarang disebut desa tanjung pinang.

Selanjutnya mereka memutuskan untuk pindah ketempat yang dimaksud sang istri, disanalah mereka tinggal, bercocok tanam, hidup bertahun-tahun dan mengembangkan keturunan sampai menjadi desa yang cukup besar.

Singkat cerita desa tanjung pinang sejak saat itu mulai berkembang dan terus berkembang, masyarakatnya sebagian besar hidup sehari-hari dengan pandai besi ( bagi laki-laki) dan bertenun songket ( bagi perempuan).

Sampai pada tahun 2007 karena masyarakat begitu banyak dan cukup padat, atas permintaan dari Kabupaten Ogan Ilir yang baru mekarkan dari kabupaten Ogan Komering Ilir maka desa tanjung pinang di bagi menjadi dua desa yaitu desa Tanjung Pinang 1 dan Desa Tanjung Pinang 2 yang tujuannya adalah untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat dan mempercepat pembangunan desa.