Sejarah Desa Tanjung Raya


Pada jaman dahulu, sekitar abad ke 13 masehi, putera Puyang Serampu Birahmane yang tertua yaitu Puyang Setie Bugo mendirikan perkampungan di kanan mudik Sungai Rambang sekitar 1 kilometer ke arah Utara Sungai Rambang dipisahkan Sungai Kebatan. Perkampungan tersebut selanjutnya dinamakan Dusun Kemuning, dusun tersebut berdekatan dengan Tempat Pemakaman Umum Berekok yang masih ada sampai sekarang. Konon putera kedua Puyang Serampu Birahmane yang bernama Puyang Setie Liling mendirikan perkampungan di arah hulu Tanjung Raya yang merupakan cikal bakal Desa Pagar Agung. Putera ke tiga dan keempat yaitu Puyang Setie Muluk dan Setie Mumbul mendirikan perkampungan di hulu Pagar Agung, yang merupakan cikal bakal Desa Sugihwaras. Tiga desa ini selanjutnya dikenal dengan nama RASUTI (Rambang Suku Tiga).Karena berbagai alasan, sekitar setengah abad kemudian perkampungan dipindahkan kira-kira 1,5 km ke arah hulu, masih di sebelah kanan mudik, agak mendekat sekitar 500 meter di arah Utara Sungai Rambang namun terpisah oleh sungai Batang Angus. Perkampungan ini Selanjutnya dinamakan Tanjung Ringit atau dikenal dengan nama Dusun Lame. Dengan alasan keamanan dan transportasi, sekitar Abad ke 17 perkampungan tersebut berangsur pindah ke sebelah kiri mudik Sungai Rambang sekitar 1 km ke hilir dengan jarak 50 meter arah Selatan Sungai Rambang (tepatnya di sekitar Balai D esa Tanjung Raya).

Satu demi satu keluarga yang ada di Dusun Lame pindah ke pemukiman baru tersebut. Menurut cerita, di tempat baru tersebut terdapat tumbuhan Bunga Tanjung (Mimusops elengi L.) yang rindang serta selalu berdaun dan berbunga lebat yang menginspirasi penduduk setempat sehingga perkampungan tersebut dinamakan Tanjung Raya, artinya Bunga Tanjung yang rindang (bahasa daerah haye = raya). Bunga Tanjung tersebut masih ada sampai sekitar tahun 1990, namun sekarang sudah punah. Selanjutnya dusun tersebut dibagi menjadi 4 Tumbang atau kampung, yaitu: Tumbang Pandak, Tumbang Panjang, Tumbang Kebatan dan Tumbang Karang Ayek. Pembagian kampung tersebut berdasarkan posisi rumah dan jalur keturunan Tokoh yang pertama memimpin dusun tersebut adalah Rie Muli dan ada empat orang pimpinan Tumbang yaitu Caye Rupe (Tumbang Pandak), Rie Ngenti (Tumbang Panjang), Rie Cuangke (Karang Ayek) dan Puyang Sakti (Tumbang Kebatan).